Teriakan Berdarah – File 001 Terbangun

1 year ago

Pernah terbayang dalam benakku apa yang dirasakan pasien saat koma. Mereka hanya tergeletak di tempat tidur, tidak menggerakkan anggota tubuh sama sekali. Apa yang mereka pikirkan pada saat itu? Pertanyaanku itu terjawab oleh apa yang aku alami saat ini. Aku ingin bergerak, aku ingin membuka mataku. Tak ada yang bisa kulakukan, aku seperti setengah sadar. Sekeliling tubuhku terasa hangat. Terasa genangan air membasahi punggungku. Sepertinya aku tergeletak di atas genangan air. Saat itu aku belum terbangun.

Cukup lama aku berusaha untuk membuka mataku. Kehangatan yang aku rasakan menjadi panas, sangat panas! Aku tak tahan dengan panas yang membakar diriku! Aku tersentak dan akhirnya aku bisa membuka mata untuk melihat dunia luar. Api panas menjalar di dinding-dinding rumahku. Darah menggenangi lantai yang kududuki. Darah?

Setetes darah jatuh di hidungku. Aku mencoba untuk menatap langit-langit rumahku. Tampak tiga sosok tergantung. Sepertinya aku mengenali mereka. AYAH, IBU, KAKAK! Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Kail pancing menusuk kepala mereka. Mulut menganga, digenangi darah merah kental. Terlihat luka sayat pada leher. Mengalir darah segar dari mulut dan sayatan pada leher mereka. Mataku terbelalak, saat mengamati kail pancing yang menusuk kepala mereka. Kail pancing itu tidak menusuk kulit kepala, melainkan otak. Mereka tidak memiliki tempurung kepala, otak mereka terlihat berdenyut mengeluarkan darah tertusuk kail pancing yang besar. Ya Tuhan, apa yang terjadi dengan mereka!

Air mata membasahi wajahku. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Keluargaku yang selama ini menemani hidupku terbunuh secara tidak wajar, terjebak dalam kobaran api. Apa yang harus aku lakukan! Aku mencoba untuk menatap mata ayah, berharap masih ada nyawa di tubuhnya. Tak terlihat tatapan mata manis ayah. Dia terlihat menangis, air mata darah. Tangan ayah mengepal, menggenggam sesuatu.Tangannya lalu terbuka, membuka telapak tangannya dan menjatuhkan sesuatu yang digenggamnya. Aku menangkapnya, dan itu adalah sepasang bola mata ayahku….

About Author

Septian Utomo

Septian Utomo

Digital native who loves quirkiness and creative advertising. Love to gather information and unique insights with a skeptical attitude. Highly enthusiastic about new technology and inventions.

Comments

Most
Popular

Pembicara Hebat di BEKRAF Game Prime 2018

Tak hanya menghadirkan berbagai macam game, BEKRAF Game Prime juga bakal membawakan berbagai panel dengan pembicara prof.. more

Sumber: comicbook.com

Bukannya Jadi Superhero, 8 Alternatif Batman Ini Malah Jadi Penjahat Kejam!

Mungkin bro sis sudah tahu kalau Batman merupakan salah satu superhero ikonik dan legendaris yang ada di DC Universe. Ta.. more

Joged Bumbung, Warisan Budaya yang Dicap Negatif. Mengapa Bisa Demikian?

Pernah dengar Joged Bumbung? Mengapa orang tua yang seharusnya mengawasi anak-anaknya, malah membiarkan anaknya ikut men.. more

(sumber: Screen Rant)

Storyline Flashpoint di DCEU: Apakah Rana Sinematik DC Memang Memerlukan Reboot Segar?

Flashpoint adalah storyline komik top DC yang ditulis oleh Geoff Johns dan dirilis dari bulan Mei hingga Agustus 2011. T.. more

Sumber: CIAYO Games

CIAYO Games Segera Rilis Game Perdananya

CIAYO Games yang merupakan divisi game dari CIAYO Comics akan segera merilis mobile game perdananya di Indonesia... more