Teriakan Berdarah – File 004 Bayangan Masa Lalu

2 years ago

Cahaya matahari menerangi mataku, memaksaku membuka mata. Tidak sepenuhnya saat bekerja aku selalu membuka mata, aku juga manusia yang butuh mengistirahatkan mata ini. Kulihat jam tangan yang aku pakai, menunjukkan jam 6 pagi. Sepertinya sudah saatnya aku untuk kembali ke rumah, meninggalkan mayat-mayat di ruangan ini sendirian dalam kekosongan raga mereka. Andai saja aku bisa mengganti jam kerjaku, aku pasti bisa menikmati keindahan malam tanpa ditemani mayat-mayat di ruangan ini.

Korban pembunuhan yang aku lihat semalam sangat membekas di pikiranku. Terbayang-bayang saat orang tua beserta kakakku meninggal, aku tak bisa melupakannya. Kemungkinan besar psikopat itu adalah psikopat yang sama. Aku bisa berspekulasi seperti itu karena psikopat yang membunuh keluargaku belum pernah ditemukan, lagipula cara dia membunuh pria itu juga sama. Dulu dia membunuh keluargaku, dan dia kembali membunuh pria tak berdosa itu.

Sebenarnya apa yang ada dalam pikiran psikopat?! Menyenangkan? Bodoh, bagaimana mungkin membunuh adalah hal yang menyenangkan! Dia pikir kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidup adalah menyenangkan?! Tidak akan kubiarkan kegilaannya berlanjut!

Aku harus ke kantor polisi, memberikan kesaksian saat keluargaku terbunuh dulu. Dia beraksi kembali, dan aku tak akan membiarkan orang lain mengalami hal serupa seperti kesendirianku. Aku mengecek mayat-mayat, memastikan tidak ada kondisi mereka yang berubah. Aku memutari ruangan ini, tidak melewatkan satu mayatpun terlepas dari pandangan. Setelah semua dapat dipastikan tidak berubah, aku membereskan barang bawaanku. Kusadari aku seperti terburu-buru, karena memang waktuku sangat pendek untuk mencegah psikopat itu beraksi kembali. Tidak bisa ditebak kapan dia beraksi, maka lebih cepat aku memberikan kesaksian akan lebih baik.

Kutarik gerbang menuju dunia luar yang sudah disinari matahari pagi. Melangkahkan kaki seraya mencondongkan tubuh keluar dari tempat kerjaku yang kelam. “Bruk!”. Tubuhku tersentak ke belakang sampai pantatku menyentuh lantai. Sepertinya aku menabrak seseorang yang saat ini di hadapanku. Aku mencoba mengenali pria di hadapanku, posisi dia berdiri yang membelakangi sinar matahari membuat raut di wajahnya tertutup oleh bayangan sampai-sampai aku memicingkan mata untuk mengenali raut wajah itu. Aku hanya bisa melihat bentuk tubuhnya, tinggi dan berbadan besar. Dia…

About Author

Septian Utomo

Septian Utomo

Digital native who loves quirkiness and creative advertising. Love to gather information and unique insights with a skeptical attitude. Highly enthusiastic about new technology and inventions.

Comments

Most
Popular

00 d CIAYO Comics Challenge Vol. 3

Siap Menjajal CIAYO Comics Challenge Vol. 3? Total Hadiahnya 450+ Juta Rupiah!

CIAYO Comics mengadakan CIAYO Comics Challenge Vol. 3 untuk komik miniseries dan one-shot. Berhadiah lebih dari 450 jut.. more

Sumber: nicovideo.jp

Tahun Baru, Fate/Grand Order Jepang juga Siapkan Season Baru!

Tahun baruan ngapain yah, enaknya? Ada berbagai cara sih, tapi bagi fans Fate series terutama versi mobile game-nya, Fat.. more

Nickelodeon. Sumber: idwgames

Yuk, Nostalgia Bareng Film Kartun Nickelodeon ini!

Mari kembali mengingat berbagai film kartun Nickelodeon yang pernah menghiasi layar kaca Indonesia ini dari pagi hingga .. more

Komikus Samurai X Ditahan Atas Tuduhan Pornografi Anak

Siapa sih yang gak kenal sama anime Samurai X. Kabar buruk datang dari sang author, Nobuhiro Watsuki... more

00-d-e3-2018

Siapa Yang Memenangkan E3 2018?

E3 2018 telah usai. Siapa yang berhasil memikat gamer? Siapa yang gagal memuaskan fans? Kami menilai semua konferensi di.. more